Bayang Kecil : Mati Lampu


Ketika aku dan kedua orang tuaku sedang berkumpul asyik nonton acara tv di tv, kevetulan acaranya komedi kita bertiga tertawa lepas saja menghilangkan penat dunia kerja. Kebetulan waktu itu malam minggu juga jadi acara di tv lumayan bagus. Tapi seketika “pettttt”

“loh kok gelap ?” Tanya ibuku
“yah mati lampu kayaknya, bapak cek dulu ya” jawab bapakku
“iya mati lampu ini” bapakku bicara
“lah ini hidup!!!” aku kesenengan tapi hanya berapa detik kemudian mati lagi “yah mati lagi” ujarku dengan nada kecewa
“ini pasti lama ini ayo keluar aja” ajak ibu
Diluar ternyata sudah banyak tetangga yang berkumpul, salah satu orang berbicara “ayo bakar-bakar singkong aja di lapangan”, “wah boleh juga tuh” sahut yang lainnya, “ayo cepat cari singkong dulu di kebunku aku udah ijin bapakku kok”. Ketiga pemuda itu akhirnya berangkat meskipun keadaan makin gelap. “hei yan” panggil Irul dan Gozali
“hei, ayo bantu cari singkong kakak itu yuk” ajakku
“wah boleh juga tuh ayok aja deh” jawab irul
“ayok aja deh” jawab Gozali
Selepas sampai di kebun kami bertiga pun berteriak “kak kakaaaak”
“oiii, ada apa anak-anak kecil kemari ?” Tanya kakak tersebut
“kami ingin bantu nyabut singkong” teriak Gozali
“gak usah kalian bantu angkat kayu itu aja ke lapangan ya tata disana!!” teriak kakak tersebut
“oke deh, kita angkut ya” aku berteriak
“yaa ati ati” jawab kakak tersebut
Tidak lama berselang kakak-kakak tersebut telah membawa banyak sekali singkong, ada juga ibu-ibu yang membawakan kopi dan teh sebagai pelengkapnya.
“ayo nyalakan apinya” bapak-nbapak menyuruh kakak tersebut
“udah siap nih bang tinggal masukin singkongnya”
Sambil melihat api yang bergoyang berirama dan merasakan hangatnya api dingin serta ditambah teh hangat di tangan malam yang biasanya sangat dingin kini tidak terasa lagi, hanya perasaan bahagia dna hangat yang bisa kurasakan. Satu kampung serasa harmonis dalam keluarga besar yang bahagia.
“kliatannya udah matang tuh singkongnya ambil-ambil cepat”
“iya-iya sabar” ketiga kakak tersebut mengambil singkong dari bara api para warga langsung menyerbu habis singkong tersebut dan untungnya semua dapat bagian meskipun tidak ada sisa. Setelah singkong habis dan malam juga mulai larut. Warga membersihkan kotoran sisa singkong dan tak lama setelah itu listriknya menyala lagi “horeeeee” begitu mereka berteriak. Dan salam antara tetangga pun bersiulan “pulang dulu yaaa” begitulah. Meskipun bau sangit atau bau asap namun kami sekeluarga menikmati kegiatan yang menyambung tali silaturahmi setiap keluarga tersebut acara yang mendadak namun berakhir bahagia. (WAH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepeda Tua (Bagian Kedua) : Jauh Disana

H.E.R.O

Sepeda Tua (Bagian Pertama) : Manis Pahit