Bayang Kecil : Balapan Sepeda


Minggu pagi.....
Dulu setiap pagi di hari minggu adalah surge dunia bagi anak-anak karena di televisi banyak sekali film kartun dari pagi mulai siang. Sering sekali kita bergantian nonton di rumah temen-temen yang lainnya semisal minggu ini dirumahku, minggu depan di rumah Irul, minggu depannya lagi di rumah Gozali begitulah seterusnya, ini adalah hal yang menyenangkan bagi kami anak kecil. Ketika hari mulai siang dan kita sudah mulai mengantuk. “eh, gimana kalau nanti sore kita main balapan sepeda ?” ajak Irul.

“wah boleh tuh, dimana ?”, Tanya Gozali.
“di lapangan yang biasa main bola aja di pinggir-pinggirnya”, ujarku.
“boleh-boleh okedeh nanti sore ya jam tiga, jangan sampai ketiduran” Ujar Anwar menyindirku
Seketika semuanya tertawa terbahak-bahak, dan selepas itu kita semua pulang ke rumah masing-masing “krrrucuk” bunyi suara perutku ketika dijalan “aduh lapar banget yaa”.
Ketika sampai dirumah “wah lumayan bandeng presto, sambil liat tv juga ah”, “yah kok jelek-jelek yaaa hmm, tidur aja deh”
Jam menunjukkan jam 3
“aishhh (meregangkan badan) udah jam tiga nih, mandi dulu aja”
Tak lama, “yaaaan riyaaan!!!”
“oiii, bentar masih ngeluarin sepeda nih”, jawabku
“eh kamu punya akuwa gelas gak ?” Tanya Gozali
“ada, kenapa ?” jawabku
“bawain ya yang banyak” Kata Irul
“ya, baiklaah”
Kita bertiga menuju ke lapangan yang sudah berkumpul teman yang lainnya
“nah tuh mereka datang” ujar Anwar
“ayo sudah cepat di mulai” kataku
“ayoooo” seru yang lainnya
“eh tunggu tunggu” Gozali memasangkan akuwa gelasnya di bagian roda belakang “ayo dah siap nih”
“oke sudah siap ? satuuuu... duaaa... tiga !”
Aku mnegayuh sepedaku kuat-kuat tetapi...
“prokotok kotok kotok”
Semua menoleh kea rah Gozali terdiam dan kemudian terbahak-bahak karena baru pertama kali aku dan yang lainnya melihat hal unik seperti itu, “wah bagus juga tu Goz hahaha”
“ayo cepat katanya balapan ?” Tanya Gozali
“aduuuh Goz bentar kenapa perutku sakit nih ketawa ngakak karena kamu” Kata Irul
Akhirnya aku dan yang lainnya mengikuti gaya unik Gozali tetapi karena berisik kita berdelapan sampai-sampai diceramahi warga setempat karena ramai sekali tapi ini adalah hal yang lucu dan unik. Namun meskipun kita dimarahi warga-warga yang sekalian tetangga kami kami tetap senang karena kami dimarahi bersama-sama dan senang bersama-sama juga. (WAH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepeda Tua (Bagian Kedua) : Jauh Disana

H.E.R.O

Sepeda Tua (Bagian Pertama) : Manis Pahit