Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Bayang: #5 Malam Yang Hening

Gambar
“yan kamu masih suka gak sama aku ?” rasanya aku beku mendengar kata-kata itu, aku tak bisa menoleh melihat dirinya, ingin mengucap satu kalimat saja sulit rasanya. “kalo misalnya kamu masih suka sama aku, maaf ya aku gak bisa sama kamu soalnya aku udah ada yang punya” *jleeeeb*   Tiba-tiba dari kejauhan “hai Vin !!” suara itu menggema di telingaku Ternyata dia adalah Ulin, dia adalah musuhku sejak SD. Tapi dulunya emang kita adalah sahabat baik sihh sebelum suatu kejadian terjadi di antara kita. Kita kembali ke waktu itu tepatnya ketika kita berdua akan melakukan wisuda, sebelum hari H kita masih baik-baik saja, kita masih bercanda tertawa bersama riang gembira melalui kisah sedih bersama *apaan sih -_-*. Namun di hari H pada saat pembacaan puisi si Ulin kan membaca puisi tapi tanpa sadar pas dia jalan mau kedepan panggung tanpa sengaja aku mengulurkan kakiku dan dia pun terjatuh, pada

Bayang: #4 Menghilang

Gambar
Pada saat hari itu aku liat salah satu acara di tv salah satu artis bicarain cara pacaran anak cowok Indonesia mungkin gak semuanya tapi bisa dibilang ini ciri khas kali ya hehe, jadi dia bilang pdkt ato pacarannya cowok Indonesia itu mesti dan sukanya Tanya “lagi ngapain ?”, “sudah mandi ?”, “sudah sholat ?” tapi jujur ya aku juga gitu sih... kalo gak ada bahan pembicaran lagi. Mungkin kalo udah jadi istrinya orang Indonesia kita bakal di perhatiin banget kali ya pasti bakal sering ditanyain “udah pengajian di tetangga sebelah ?”, “udah pkk di balai kota ?”, “udah arisan di tetangga sebelah ?”, “udah bersihin rumah ?”. mungkin kalo kita para cowok gitu, kita bisa jadi wartawan kali ya ? nanyain orang dijalan “lagi ngapain ?”, hmm ya begitulah kira-kira. Beberapa hari setelah aku main ke rumahnya, aku telah melakukan pedekate ya meskipun itu lewat sms sih. Ketika padangnya rembulan mengintip jendela kamarku, aku berbaring menanti sebuah surat engkau yang ada di dalam hati yang pa...

Bayang: #3 Tahap Awal

Gambar
Kutanya dia “apa kamu gak papa ? maaf ya aku tadi gak ngliat kalo ada kamu”, dengan suara yang lembut dan halus dia menjawab “iya gak papa kok, aku gak kenapa-napa”. Dia masih tertunduk karena bukunya yang berserakan di lantai ruang BK, kubantu dia mengambil bukunya dengan sedikit ke melirik tipis ke wajahnya. Astaga... paras seperti bunga mawar yang berwarna merah merona. “ngomong-ngomong namamu siapa ?” tanya dia ke aku, *Masih mengambil buku* “siapa ? aku ?” jawabku mengagetkannya, “iyalah, siapa lagi coba” jawabnya dengan ketus, “hehehe namaku rian, la namamu ?” tanyaku berbalas, “namaku vina, salam kenal ya, kamu dari kelas berapa yan ? dia bertanya sambil tersenyum, “aku dari kelas IPA 4, kamu ?” karena sama-sama kelas sebelas jadi kata kata sebelasnya gausah diikutin juga, gitu sih tradisi di sekolahku. Dia menjawab “ohh, bareng yuk ke kelasnya !” sambil tersenyum mengajakku. Dengan semangat aku menjawab “siap deeeh hehehe”