Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Bayang: #7 Api Yang Menyejukkan

Gambar
Setelah lama menunggu akhirnya aku mendapatkan angkot, terlihat dari luar angkot gelap pekat, tanpa berpikir panjang aku langsung masuk ke angkot itu. Ternyata di dalam sini ada ibu-ibu yang sedang membawa dua orang anak, yang pertama kira-kira berumur 3 tahun dan yang satu lagi masih bayi sekitar 5 bulanan. Anak yang pertama bertanya dengan polos ke ibunya “ibu, kita akan pergi kemana ?” dalam sekejap aku langsung melihat kea rah jalan yang sedang diguyur hujan deras. Aku terkaget “kita akan ke rumah nenek nak” sambil mengelus rambut anaknya dengan rasa iba dan berkaca-kaca di matanya. Entah apa yang aku rasakan, tersentak aku bertanya “rumah neneknya dimana bu ?” aku mengageti sang ibu tadi. “rumah ibu saya ada di pasuruan mas” sambil menunduk beliau berbicara. “Oh, ibu ada uang untuk perjalanan kesana ?” aku bertanya iba, kemudian sang ibu menjawab “ya punya sih mas tapi cuman sepuluh ribu”. Tanpa berkata-kata lagi aku langsung mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu, “ini ...

Bayang: #6 Hujan Yang Menghangatkan

Gambar
Ketika langit hitam pekat mengelilingiku hanya ada lampu pertokoan yang menemaniku, aku menyusuri daerah pejalan kaki yang basah telah terguyur hujan. Rasanya dingin basah suasana seperti ini mengingatkanku pada seseorang yang pernah ada dalam pikiranku. Ya, dia adalah kenangan masa smp ku dulu, kini aku telah belajar di universitas ternama di kotaku aku masuk dengan jalur undangan atau snmptn. Aku ingat dulu kita pernah jalan berdua di sini, rasanya masih menempel perasaan itu, tapi sudahlah itu hanya masa lalu yang indah namun kelam. Aku menuju keramaian untuk melihat-lihat kain yang sangat sangat dibutuhkan. “bang, ini harganya berapa ?” tanyaku pasti, “itu 75.000 ribu le” entah apa yang dipikirkan pedagang itu, hanya sepetak lahan dipinggir jalan tapi mampu menjual kain semahal itu, aku tetap menusuri jalan untuk mencari sesuatu yang berharga bagiku. Tak jauh aku melangkah terdapat warung   yang berjualan soto dalam hatiku berkata “lumayan nih, dingin-dingin makan ...