Sepeda Tua (Bagian Kedua) : Jauh Disana
Keesokan hari Ray memikirkan bagaimana car mendekati Kina
dengan cara yang cepat, dia terpikir juga menggunakan sepeda kayuh. Setibanya
di sekolah nafas Ray seperti berhenti karena dia juga lama tidak berolahraga
dia harus duduk selama beberapa menit dan dia semakin haus Karena lupa tidak
membawa minum. Seketika Kina datang “minum ? mau mati ya ?” dengan menawarkan
sebotol minum Ray melirik tajam, tetapi sektika luluh karena itu adalah Kina.
“gue minta ya ? haus nih” minta Ray, “iya silahkan saja”, jawab Kina. “gimana ?
udah baikan ?” , Tanya Kina. “iya lumayan nih, makasih ya”, “lima ribu” minta
Kina, “apa ? lima ribu ? mending gue mati aja tadi daripada harus bayar” cetus
Ray, “yausdah mati aja sekarang udah untung gue kasih minum, ke wc aja bayar”
jawab Kina sambil terkekeh-kekeh. “ini sudah, lunas ya utang gue”, sambil
memberikan uang lima ribu meskipun agak heran dengan Kina”. Mereka diam sejenak
dan Kina tiba mengulurkan tangan “gue Kina, lu sekelas sama gue tapi gue gak
tau nama lu”. Ray diam tanpa kata dengan spontan langsung menyalami Kina
“na..na..ma..nama guu..ee Reee...iy, nama gue ray”. Kina hanya memandanginya
aneh dan berkata dalam hati “aneh juga nih anak”.
“kantin yuk” ajak Kina, Ray hanya melihat dan menunujuk
dirinya sendiri seolah-olah menanyakan apakah dirinya yang diajak. “iyalah elu,
emang mau siapa lagi ?”. “ogah ah, sibuk” jawab Ray, “yaudah padahal lagi mau
nraktir nih”. “oke oke baiklah, gue ikut deh” seketika Ray meloncat dari tempat
duduknya dan mengolok sahabatnya bahwa dia berhasil mendekati Kina. “kenapa lu
tiba-tiba bawa sepeda ke tempat kuliah ?” Tanya Kina, seketika kehilangan akal
dan mencari alasan, dan dia berkata lagi “apa lu ingin deketin gue ?” dia
bertanya lagi, “ya enggaklah gue bawa sepeda soalnya motor gue dipake nyokap
gue” dia hanya menganggukkan kepala. Ray tidak mengerti kenapa Kina bisa
bertanya seperti itu sehari ini dia tidak fokus terhadap mata kuliahnya karena
memikirkan pertanyaan Kina. “eh lu kenapa bengong aja Rino menyenggol. “siapa yang
bengong ? gue ,merhatiin dosen kok”. “ah jangan-jangan lu ditolak sama kina ya
?” goda Rino, “sudahlah lu diem aja” jawabku dengan emosi. “oke-oke siap lapan
enam kapten” canda Rino.
Jam kuliah usai Ray berjalan sendirian menuju parkiran
sepeda tiba-tiba dari belakang “lu kok ninggal sih ?” Tanya Kina, “maaf ntar lu
malak gue lagi” tapi Kina langsung menjawab lantang “emang siapa yang malak ?
kan uangnya udah lu beliin makanan tadi di kantin, inget gak ?” dia langsung
ninggalin Ray, “what ??” Ray hanya kaget dan merasa aneh ada cewek seperti
Kina. Sesampai di rumah Ray langsung membersihkan badan dan langsung
mengerjakan tugas-tugas hingga jam tujuh malam dan setelah itu dia bebas tetapi
tak lama berselang ada whatsapp masuk dengan nomor yang belum di simpan Ray
“besok jogging yuk jam enam no molor” Begitulah pesang singkat yang
diterimanya. Keesokan harinya Ray bangun pagi dan berpikir bahwa itu adalah
Kina dan benar saja Kina sudah sampai terlebih dahulu dengan wajahnya yang asli
Indonesia banget dengan rambut yang di kuncir sungguh sempurna penampilannya
membuat Ray semakin panas dan bersiap untuk lari bersama. “jangan bengong dong
ayo lari”, ajak Kina. Ray hanya menjawab “oke ayuk”.
Setelah lari mereka duduk bersama dan saling bercerita Kina
terlihat nyaman dan tanpa dia sadari telah berbicara banyak ke Ray meskipun
mereka baru saja kenal. “gue sebenernya gak suka kuliah teknik” cerita Ray
sambil memanyunkan bibirnya, “terus kenapa lu lakuin ?” Tanya Ray, “disuruh
tetangga gue, ya orang tue gue lah gue lebih cocok ke akuntansi” jawab Kina,
sejenak Ray kaget “hahaha bisa aja luh, tapi gue lihat lu punya sertifikat
lomba tentang mesin tuh” Kina hanya terdiam dan Ray hanya bisa melihat,
“ayo sarapan ke rumhaku siapa tau ibuku
bisa menghibur anda” ajak Ray.
...Sesampainya di rumah Ray...
“waduh anakku sudah bawa temen cewek siapa nih ?” Tanya Ibu
Ray namun Ray hanya diam dan Kina langsung mencium tangan ibu Kina “saya kina
bu temen sekelas Ray di kampus”, “iya saya tau meskipun gak sekelas ibu terima
dengan senang hati kok asal Ray cocok” jawab ibu Ray, Ray dan Kina hany bisa
berpandangan sinis, “yasudah ibu ambil sarapan dulu”, “sini saya bantu te” ajak
Kina. Semua telah siap dan Ray pun berkata “gimana ? moodbooster banget kan
ibuku ?” Tanya Ray, “(terkekeh) iya banget, lucu juga ya ibumu”.
Di kota lain “tante bagaimana kabar kina di malang ?” Tanya
remaja laki-laki kepada seorang ibu “kurang tau beberapa minggu ini tidak ada
kabar, ayahnya juga sudah habis pikir dengan kina ”jawab ibu tua itu, “apa
perlu saya mengunjungi kina disana ?”, “kalau nak fino mau silahkan tetapi
tante tidak menyuruh loh ya” kata ibu tua tersebut, ternyata mereka adalah
keluarga Kina dan remaja tersebut adalah pacar Kina di Jakarta.
Ketika Fino menyiapkan barang yang diperlukan “apa kamu
sudah yakin mau jenguk si Kina ? apa kamu tau dia ada dimana ?” Tanya mama
Fino, “entahlah ma, aku akan mencoba mencarinya disana, lagipula ini juga demi
Fino kedepannya mama kan ingin fino dengan kina” mama Fino hanya terdiam tidak
ikhlas ankanya pergi jauh “yasudah jaga Kina baik-baik ya disana jangan lupa
jaga kesehatanmu”
Keesokan hari Fino segera berangkat dengan menaiki kereta
api, tak lama telepon berbunyi tak lain Kina lah yang menelponnya “halo ini
Kina mau ke malang ?”, Tanya Kina di telepon. “iya ini aku udah naik kereta
alamatmu dimana ?”, dengan pasti Fino menjawab pertanyaan Kina, “aku sms aja
ya” jawab Kina dengan nada tidak tenang. Sebenarnya memang benar Kina tidak
nyaman dengan hubungannya dengan Fino karena Kina berasal dari keluarga yang
biasa-biasa saja tidak suka dengan kehidupan glamour yang ditunjukkan Fino
meskipun Kina sering diajak makan makanan mahal dan dibelikan baju ternama tapi
sebenarnya bukan itu yang dia cari. (WAH)
Komentar
Posting Komentar