Kenangan Manis: Paling Berani
Malang, SDN Lowokwaru 2, 2007
Ruang kelas 3, setelah pelajaran olahraga
Semua siswa telah berpakaian rapi mengenakan baju merah
putih lagi, aku hizqil, husni dan redam berada dibarisan ketiga dan keempat
paling ujung dekat pintu. Redam mengeluarkan permen karet merek “WRIGLEY’S
DOUBLEMINT”.
“kamu mau minta gak permen karet ini ?” redam menawarkan
permen karet, sambil menyodorkan ujungnya.
Waktu itu aku sudah tahu kalua ini adalah jebakan, karena
waktu itu lagi trendingnya petasan tarik dengan model wadah permen karet dengan
merk yang sama, husni dan hizqil hanya bisa menyeringai sambal menahan tawanya.
Sedangkan guru didepan sudah masuk dan mulai menerangkan.
Kita berempat masih berdiskusi siapa yang mau menarik
pelatuk petasan ini, dengan embel-embel yang berani menarik pelatuk ini
merupakan cowok paling berani dikelas, dengan nekatnya aku dan hizqil yang
waktu itu sebangku memberanikan diri untuk menarik pelatuknya.
“CTARRRRR!!!”
Mengepul asap kecil diantara kami berempat, sebenarnya kita
tahu apa akibatnya apabila melakukan hal bodoh itu. Demi mendapatkan gelar
menjadi “cowok paling berani” kita berempat rela melakukan apapun waktu itu,
walaupun sebaliknya, kita menjadi yang paling bodoh dengan dikeluarkan dari
kelas pada jam tersebut.

Komentar
Posting Komentar