Telepon Rumah



Kembali pada tahun 90-an dimana telepon sudah banyak digunakan, ya keluarga Pak Gozal membeli telepon  baru yang harganya sangat mahal. “ayo kumpul kesini semua” panggil Pak Gozal kepada keluarga kecilnya yang terdiri dari Istri dan satu anaknya yang sudah remaja, semua senang dengan adanya hp baru ini “wah kebetulan ibu-ibu di perkumpulan juga punya hp semua sebentar ya yah aku minta nomer telpon yang lain”, ketus ibu. Tak kalah juga anaknya “iya besok aku akan minta nomer hp teman-temanku juga” Pak Gozal hanya bisa tersenyum melihat keluarganya yang terlihat bahagia. Pada malam itu semua keluarga memandangi Handphone tersebut sampai sampai mereka lupa dengan makan malam.


Keesokan harinya adalah jadwal Pak Gozal memakai telepon dari pulang kerja hingga larut malam Pak Gozal tak lepas dari teleponnya tersebut tak jarang telepon melekat di telinga untuk menelepon bos-bosnya yang lagi di luar kota dan tak jarang pula pamer dengan hanya “testing” sana-sini padahal tidak ada kepentingan yang dibicarakan.

Beberapa hari berikutnya, ketika jadwal Ibu yang menggunakan tidak kalah parah dari Pak Gozal pagi hari cepat-cepat ibu memasak karena ingin menggunakan telepon baru tersebut, ya karena sudah memiliki kontak ibu-ibu perkumpulan juga, sehingga Ibu telepon temannya mulai dari yang jauh hingga yang rumahnya hanya berjarak satu aspal di depan rumah ya begitulah efek telepon dijaman ini sangat membuat orang menjadi gila menelpon satu sama lain.

Tak mau kalah anak Pak Gozal juga mendapat jatah giliran, dimulai dari menelpon tanya pekerjaan rumah yah al ini sangat membantu tetapi yang ditanay tidak hanya satu anak tapi setiap anak dikelasnya ditanya satu-persatu dengan pertanyaan yang sama.beda teman sekolah beda teman sekomplek, sudah janjian akan ditelepon malam hari anak Pak Gozal hanya “testing” sana sini dengan menanyakan “kamu ada dimana ?” ya tentu saja dieumah masing-masing kan ?
Satu bulan berlalu, semua masih sangat bahagia dengan efek handphone tersebut tetapi ketika kiriman pos datang memberikan beberapa surat, terdapat lah surat tagihan telepon yang nilainya membuat keluarga ini kaget dan untuk selanjutnya mereka lebih berhemat menggunakan telepon lagi. Ya begitulah kira-kira dimana jaman telepon (bukan handphone) masih sangat popular di kalangan keluarga tahun 90-an.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepeda Tua (Bagian Kedua) : Jauh Disana

H.E.R.O

Sepeda Tua (Bagian Pertama) : Manis Pahit