Kenangan Ramadhan



Adzan maghrib berkumandang menggema di telingaku, memantul di setiap isi rumah seisi rumah berucap Alhamdulillah, dan memulai memakan hidangan yang tersedia di meja, tidak lupa berdoa dan juga saling bercakap satu sama lain. Ya di bulan Ramdahn kali ini berbeda dari biasanya terjadi di hari liburan sekolah sehingga semua kakakku telah mengumpul karena tidak ada jadwal sekolah yang kebetulan semuanya sekolah di luar kota, senang rasanya ketika semua mengumpul seperti ini bersenda gurau bersama keluarga dan melaksanakan kibadah bersama-sama hangat rasanya.

Ketika selesai membatalkan puasa semua beralih ke halaman rumah untuk mengambil sandal masing-masing dan sudah mempersiapkan wudlu mereka seblumnya berangkat menuju masjid yang hanya berjarak beberapa di depan rumah, saling sapa antar tetangga “selamat ramdhan”  “selamat ramdhan” hal seperti inilah yang selalu kurindukan dari bulan yang suci ini. ketika suara takbiratul ikhram terucap dan niat telah kuucapkan disitulah godaan datang anak balita yang berlarian kesana kemari mengganggu kekhusyu’an orang lain dengan kepolosan yang mereka miliki menaiki seolah digendong ketika rukuk dan serasa kuda-kudaan ketika ayahnya sujud.
Selesai Maghrib semua keluarga berkumpil di depan rumah hingga menunggu adzan Isya’ berkumandang menjalankan sholat Isya’ bersama di masjid, malam yang dingin ditambah dengan hangatnya keluarga serasa lengkap dengan gurauan kakak-kakakku yang mneceritakan pengalaman lucunya semasa waktu sekolah di luar kota mulai dari bertemu teman yang berbeda logat sehingga kakakku dibully tetapi dengan bercanda, hingga kesulitan mencari makan kakakku karena uang sakunya sudah dibuat jajan seenaknya semua dibicarakan dengan nada yang riang gembira tidak ada nada penyesalan diantara mereka.
Tak terasa adzan Isya’ sudah berkumandang bergegas sekeluarga berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat Isya’ dan Tarawih. Ya Tarawih adalah hal yang paling ditunggu anak-anak kecil mereka bisa bermain di halaman masjid yang biasanya terdapat karpet tambahan senang tanpa batas yang mereka perlihatkan dimulai bermain permainan tangan hingga berlarian kesana-kesini tidak jarang pula hingga bertengkar dan nangis, ya namanya juga anak-anak kecil tidak perduli sesakit apa yang mereka rasakan yang mereka perdulikan adalah kebersamaan diantara mereka, itulah yang ada dibenakku selama ini benci sekali rasanya tumbuh besar tetapi hal itu lah yang membuat kita mengingat masa kecil kita adalah masa yang sangat-sangat bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepeda Tua (Bagian Kedua) : Jauh Disana

H.E.R.O

Sepeda Tua (Bagian Pertama) : Manis Pahit