Anticrepuscular: #5 Memulai Kembali
Gresik, 13 September 2023
Lagi-lagi di bulan september
Dari musim hujan kembali lagi ke musim kemarau.
september tahun lalu, aku masih berada di sumatera selatan, akhir bulan oktober aku mulai berkeliling indonesia bagian barat, mulai dari subang-bangka-belitung-bengkulu empat kota aku lalui hingga awal bulan desember, tepat tanggal 5 2022, aku kembali pulang ke kampung halaman di Kota Malang.
Kegiatan awal yang kulakukan sudah jelas bersepeda adalah hal yang sering aku lakukan, apalagi berkeliling di kota malang serta tak jarang pula naik ke kota batu, menghabiskan waktu bersama keluarga sudah menjadi kegiatan yang harus dilakukan. namun tidak bisa terlalu sering dilakukan karena adikku, ilham, memasuki tahun terakhir di Sekolah menengah atas. jadinya aku banyak menghabiskan waktu liburanku sendiri.
untuk perempuan yang aku ceritakan sebelumnya, ini pertemuanku pertama kalinya semenjak bulan mei, aku liburan idul fitri 2022, dengan Laras kini bisa bertemu dan mengajak dia bermain hampir setiap hari. aku biasa menjemput ke tempat kerjanya, di siang hari, weekend antar jemput dia untuk les privat, seperti itu lah kegiatan sehari hari yang aku lakukan.
Awal bertemu di bulan desember aku
mengajaknya ke JP2, melihat beraneka ragam satwa dan juga di malam tahun baru
aku mengajaknya ke paralayang komunikasi selalu aku jalin dengan baik. Tiada
henti aku selalu mengungkapkan perasaanku kepadanya, hingga pada akhirnya
tanggal 13 januari 2023, aku ditanya olehnya. apakah aku serius, ya aku serius
tentu saja. di hari itu juga kita menjadi pasangan dengan ikatan yang lebih
dari sebelumnya seiring waktu berjalan hubungan semakin erat dan orang tua kita
sudah saling tau hubungan kita, bulan ke empat aku di malang, aku juga belum
mendapatkan pekerjaan, dia selalu menyemangati aku tiada henti “sabar, rejeki
akan datang di waktu yang tepat”, selalu saja seperti itu dan akunya sering
stres dan terpikirkan bagaimana aku bisa bersamamu nanti kedepannya karena aku
belum memiliki pekerjaan tetap. Aku hanya bisa melakukan melamar lowongan
pekerjaan yang tersedia dan cocok untukku. dan Kini kita sudah berjalan tujuh bulan dan hubungan kita mengarah ke tujuan yang makin jelas, dan semoga saja kita benar benar sampai di tahap selanjutnya yaitu mengesahkan hubungan kita ini.
bulan mei ada pekerjaan proyek datang, aku dipanggil di kontrak selama dua bulan, oke lah mungkin ini adalah hal yang harus kujalani, aku ditempatkan di boyolali. satu jam dari kota solo, tempatnya yang sejuk dingin, hampir mirip dengan kota malang, hanya saja lebih pelosok, proyek yang kulakukan disini adalah sebagai pengawas dalam sebuah proyek pembangunan pagar pre-cast. Kerjanya santai dan aku sangat menikmati alam disini. makanan yang paling sering ku makan disini adalah nasi sambal tumpang, dimana sambal ini bukan sambal yang pedes, tapi malah manis dan aku tidak terlalu suka tapi ya okelah untuk harga lima ribu.
Di proyek ini aku kenal dengan pak praja sebagai orang teknik sipil, dan pak bayan wahyudi sebagai orang lokal yang memandu. Tugas spesifikku adalah sebagai pengawas bahan dan material yang datang serta menyediakan material, uniknya pak praja ini adalah orang yang teliti dimana dia selalu mengukur panjang dan lebar berkali kali panas dan capek yang aku rasakan.
ada beberapa momen, aku mengerjakan psikotes dari beberapa lamaran pekerjaan yang aku lamar sebelumnya. Selain itu, ada kejadian dimana aku sakit mulai dari malam hingga dini hari badanku menggigil, aku merasa semua tubuhku kesemutan, aku merasa tidak tahan lagi, semakin panik aku minta untuk dibawa kerumah sakit dibawalah aku oleh pak bayan dan pak praja. aku mendapatkan perawatan, aku mengabari ibu dan Laras, mereka sangat khawatir dengan keadaanku tapi tidak ada masalah yang berarti, hanya selang waktu 2 jam aku sudah membaik aku kembali ke rumah pak bayan untuk istirahat, berselang 2 hari aku sudah fit kembali. 2 minggu setelah kejadian aku sakit, proyek telah usai, saatnya kembali dan berpisah dengan pak bayan dan pak praja, aku pulang menggunakan bis antar provinsi transit di surabaya, setelah itu naik bis ke malang dari surabaya.
memasuki bulan juli, awal bulan aku mendapatkan panggilan pekerjaan di surabaya tepatnya di salah satu CV kontruksi di bagian logistik, tanggal 6 aku mulai kerja, masuk seminggu aku sudah merasakan hal hal negatif yang ada dikantor ini, mulai dari overwork, dua jobdesk dengan gaji dibawah umr tidak ada tunjangan apapun, sangat-sangat tidak sesuai, tepatnya tanggal 6 aku bekerja dan tanggal 11 aku mengajukan pengunduran diri. Uniknya, 2 hari awal menginap di kos yusuf, teman kuliah dulu dimana aku menginap dan tidak ijin ke pemilik kos. sehingga, pada hari pertama ketika aku pulang kerja langsung diusir dari kos tersebut oleh pemilik kos. untungnya aku memiliki list kos yang akan kutuju di malam yang sama aku langsung pindah kos. tidak bertahan lama karena aku tidak betah juga di kantor tersebut.
Alasan lain mengapa aku mengajukan mundur adalah selain tidak nyaman, aku juga mendapat telepon dari perusahaan yang cukup ternama di indonesia pada tanggal 10 juli untuk melakukan medical check up di tanggal 13 juli. aku menetap di surabaya sampai tanggal 13 juli, setalah medical check up aku langsung pulang ke kota malang, ya cukup menghabiskan uang tapi mau bagaimana lagi, hati dan pikiran tidak nyaman. yang ada dipikiranku saat itu hanyalah malu terhadap orang tua si Laras, karena bekerja hanya seminggu saja.
aku berjanji insyaALlah kalau medical checkup ini berhasil aku akan bersungguh sungguh menjalaninys, bak gayung bersambut tujuh hari setelahnya, aku dihubungi oleh hrd perusahaan tersebut dan dikabari jika aku lolos mcu dan diharapkan awal agustus dapat bergabung, dengan mantap aku meng-iyakan tawaran tersebut, dengan tangan bergetar, jantung berdebar, suara tidak karuan aku sangat senang. bisa diterima dan lolos di salah satu perusahaan terbesar di indonesia keluargaku senang terharu, begitu juga si Laras.
Akhir bulan juli, ada sekitar sehari setelah aku pengumuman tanggal masuk kerja, Laras mendapatkan berita revisian di skripsinya yang sudah memasuki tahap akhir, revisi akhir ini sudah jelas mana yang akan direvisi, dipakai dan harus dibuang. Seminggu kita melakukan “bootcamp” dirumahku, benar benar seminggu full kita optimalkan untuk menyelesaikan skripsi ini mulai dari revisi hingga menyelesaikannya hingga proses print yang dibuat untuk ujian, aku minta wajib dikebut, kalau bisa hari ini ya hari ini selesai, tapi aku terlalu terburu-buru sehingga si Laras marah, dia juga menginginakan hal yang sama tapi jangan terlalu diburu-buru. Seketika aku langsung terdiam dan ya oke, mungkin harus pelan-pelan. Setelah semua revisian sudah oke, dapat dosen penguji, dapat tanggal ujian, print naskah, membuat power point, aku meyakinkan apakah dia benar-benar sudah siap, “ya, aku siap” jawabnya. Oke, dia ujian di tanggal 31 juli, sedangkan aku berangkat ke gresik tanggal 30 di hari minggu, sedikit tenang aku meninggalkannya karena semuanya sudah siap. Tinggal melakukan aksinya saja di hari senin.
Singkat cerita hari senin, tiba, aku ada di gresik dan dia ujian di kota malang. Laras yang ujian aku disini yang dag dig dug, khawatir ada masalah yang tidak terduga, waktu menunjukkan pukul 10 aku mendapat kabar kalau semua baik baik saja dan berjalan lancar. Aku hanya bisa mengatakan “syukur, Alhamdulillah”. lega semua kerja keras dari awal semester hinggal bulan juli terbayarkan dengan lulus. Untuk mengerjakan semua ini dia cuti dari pekerjaannya selama kurang lebih dua minggu, banyak masalah disitu mulai dari penggantinya yang cukup menyita pikirannya, tapi masih ke handle dengan baik untuk fokus ke ujian skripsi.
Dengan hati tenang dan puas, tanggal 1 agustus aku berangkat ke surabaya untuk mendapatkan pembekalan di kantor pusat perusahaan ini, karena aku ditempatkan di gresik. Dijadwalkan jam 9 pagi, untungnya aku berangkat lebih awal, sehingga aku pukul 8 lewat 10 sudah di telpon untuk buru buru masuk ke ruangan, dalam hati loh katanya jam 9, ternyata jam 8 peserta sudah pada hadir. Dengan perasaan tidak enak karena merasa terlambat untuk masuk ke ruangan tersebut, tapi yasudah tidak apa terjadi sebuah miskom aja. Hanya berjalan beberapa jam, tanda tangan kontrak, mendapat beberapa produk mereka, dan dhuhur sudah kembali lagi ke kos di gresik.
Keesokan harinya aku langsung menuju ke pabrik, untuk mendapatkan pembekalan apa yang harus dilakukan dan jangan di area pabrik, foto id card, setelahnya aku bertemu dengan kepala pabrik pak A, berbicara background pendidikan dan keluarga. Setelah itu aku bertemu dengan bu I, manajer departemen, dan juga bu Li seperti ketua departemen posisinya tepat di bawah manajer, dan juga Pak Teg yang merupakan pendamping ku untuk mempelajari semua yang ada di divisi ini. Sekarang sudah pertengahan september, aku masih melaksanakan masa pelatihanku dan berjuang disini, semoga aku dibutuhkan dan bertahan untuk waktu yang lama disini.

Komentar
Posting Komentar