Anticrepuscular: #4 Perjalanan Dari Sebuah Kepastian
tentang seorang yang aku kagumi, aku berhasil mengajaknya berkenalan, seorang yang aku kagumi sejak lama, rumahnya di ujung jalan. sejak awal aku tahu kita satu kampus, dia mipa aku teknik jaraknya pun tidak terlalu jauh, hanya terpisahkan parkiran motor.
aku benar-benat tau dia ketika aku sudah mulai rajin beli sayur pagi karena sebuah keterpaksaan. ada di suatu keadaan aku ketemu dia sedang membantu ibunya berjualan pertama kali aku hanya sekedar menyapa dengan senyum. seiring berjalannya waktu sebuah keterpaksaan harus beli sayur pagi hari membuatku "ikhlas" hanya karena ingin melihat dia. ada di suatu momen aku cukup bebincang dengannya suaranya lucu, rambutnya bergelombang, senyumnya manis. itu yang kutangkap pertama kali, hal yang selalu berulang-ulang dikepalaku. setelah itu aku sama sekali tidak pernah ketemu dia sama sekali entah kemana, tiba tiba menghilang aja gak pernah ketemu, pikirku yasudahlah tau nama dan pernah berbincang dengannya sudah cukup.
Laras namanya, lama aku tidak mengharap ketemu dengannya, pada semester akhir aku pernah bertemu dengannya di lab fisika mipa, sepertinya sedang menunggu seseorang, karena waktu itu aku juga belum pernah berkenalan aku cuma sekedar menya "loh, halo" dan senyum lalu lewat begitu saja. seketika aku ingat namanya lagi, mulai dari situ aku mencoba mencari akun instagram aku telusuri mulai akun kampus, fakultas, hingga jurusan tapi belum juga ketemu. hampir aja nyerah, terus aku lihat ada akun kkn yang follow akun kampus, aku mulai mencari dari sana. mencari akun kkn satu persatu dan dengan pencarian yang cukup rumit akhirnya ketemu dan tanpa berpikir panjang langsung aku follow.
hanya saling sapa dan menanyakan kabar gimana tugas akhir, dan berlalu begitu saja. akunnya sempat menghilang beberapa bulan, namun kembali lagi di tahun 2022 entah apa yang terjadi padanya yang pasti ketika dia kembali seharusnya semuanya lebih baik. kuberanikan membalas story nya, aku berani karena posisiku waktu itu sudah ada diluar kota tepatnya di sumatra, menanyakan kegiatannya sekarang, dia mendampingi seorang anak ADHD.
sebulan setelahnya, aku cuti hari raya idul fitri hanya dapat jatah selama hampir dua minggu, aku manfaatkan sebaiknya untuk berkumpul dengan keluarga, beberapa hari sebelum aku berangkat ke sumatra lagi aku iseng mengajaknya untuk nonton film yang sedang tayang yaitu, dr. strange. aku bimbang ini kalau ditolak yasudah kalau diterima ayok, pikirku. dan dia menerima ajakanku, meskipun pada awalnya aku juga gak tau apakah dia punya pacar atau enggak. tapi aku tetep nekat. kapan lagi aku bisa mengajak seorang yang aku kagumi mulai dari beberapa tahun sebelumnya.
empat bulan berlalu, sudah banyak hal yang aku pelajari dari dia, mulai dari dunia kerjanya yang cukup baru buat aku, hal percintaan yang dia alami. tapi yang paling penting adalah bagaimana men-treatment seseorang yang belum bisa aku temukan sebelumnya, terutama dalam berhubungan. memang aku tidak menjalani hubungan yang bagaimana tapi komunikasi berjalan cukup intens. dari dia aku mempelajari bahwa komunikasi adalah hal yang terpenting dalam sebuah hubungan. entah itu hubungan yang masih tahap pacaran atau sudah menikah. aku mendapatkan hal yang sangat berharga pada bagian ini, dia enak sekali diajak untuk berkomunikasi tidak jarang aku menanyakan tentang hal-hal percintaan, karena menurutku dia sangat berpengalaman hal itu.
untuk saat ini, aku masih menjalin komunikasi yang lancar dan intens dengan dia bahkan seminggu sekali selalu menyempatkan telefon untuk bercerita kegiatan seminggu kebelakang, aku juga sudah mengungkapkan perasaan bahwa aku suka sama dia, bahkan kulakukan itu di dua bulan pertama. tapi sampai sekarang dia belum memberikan jawabannya aku. aku tidak terlalu memikirkan jawaban perasaan dari dia bagaimana, tapi manusia selalu mengharapkan suatu hal yang baik bagi dirinya itu pasti. namun seandainya emang harus bertepuk sebelah tangan, aku banyak banyak ucapan terima kasih bakal aku ucapkan ke dia.
hari ini pertengahan september, aku masih berada di site proyek yang aku jalani ini, sudah memasuki tahap pertengahan menuju akhir, kemungkinan akan sedikit terlambat dari tanggal yang sudah dijadwalkan, hati dan pikiran sudah tidak berada di tempat yang sama. perasaan ingin pulang selalu menghantui hampir di setiap malam. komunikasi dengan orang rumah selalu aku jaga.
sekian saja untuk hari ini, bulan ini, atau mungkin tahun ini. see you next time.

Komentar
Posting Komentar