Kenangan Manis: Kebahagian Malam

Malang, Sawojajar 20 Agustus 2006
Musim panas, selepas maghrib
 
 
Listrik padam merupakan hal yang paling menjengkelkan buatku yang berumur delapan tahun waktu itu. Gelap merupakan hal yang paling menakutkan, namun tiba-tiba dari halaman rumahku.
“Pan, ayo keluar kita main”, seru Irul.
Irul merupakan sahabatku, dia asli tinggal disini, dan aku merupakan pendatang waktu itu, yaaaa aku pindah ke sawojajar ketika aku berumur tiga tahun. Irul merupakan anak pertama yang kutemui waktu itu, dia anak yang periang walaupun sering berbohong dan menjadikanku tumbal dengan kepolosanku.
“main kemana ? ini udah malam dan mati lampu juga”, jawabku dengan ragu.
“udah ayok, semuanya udah kumpul di depan rumahku ajak orang tuamu juga ya”, ajak irul sekali lagi,
Tanpa berpikir panjang, waktu itu aku langsung mengajak kedua orang tuaku untuk berkumpul di depan rumah irul.
Sesampainya disana ternyata sudah banyak yang berkumpul, sekitar kurang lebih tujuh keluarga berkumpul, mereka menyiapkan kayu bakar dan ketela pohon untuk melakukan pesta api unggun di kampong. Waktu itu keluarga irul memang punya lahan yang ditanam dengan ketela pohon.
Tak lama berselang api unggu telah menyala dan tak lupa menaruh ketela pohon di tengah bara api yang semakin membesar, sambil meninggu ketela matang. Aku irul dan teman lainnya bermain seadanya disana mulai dari bermain angkot (angkutan kota) milik ayah irul, hingga berlarian kesana kemari tidak jelas.
Hingga akhirnya listrik menyala kembali, namun ketela sudah terlanjur matang, tidak ada kata kembali ke rumah sebelum hidangan habis. Sambil memakan ketela hingga habis semua keluarga berbincang hingga tak tahu arah perbincangannya namun seru dan sangat erat. Setelah hidangan habis dan api unggun juga padam, semua kembali ke rumah masing-masing.
Tak terasa waktu itu, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, merupakan jam tidur paling malam untuk anak seumuranku waktu itu.  Kebahagiaan malam itu merupakan malam yang tak dapat kulupakan, bahkan sampai saat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepeda Tua (Bagian Kedua) : Jauh Disana

H.E.R.O

Sepeda Tua (Bagian Pertama) : Manis Pahit